sewaktu bapak mau matiin TV, setelah Grand Final - Idola Cilik sore
ini.
"Oh, iklan bola yang iklan film nya Om Ifa?", tanya bapak ke Adek Dinda.
"Bukan!!! Itu bukan iklan filmnya Om Ifa!!, Orangnya beda!", teriak
Adek yang malah marah ke Bapak.
"Bukan!!! Itu bukan iklan filmnya Om Ifa!!, Orangnya beda!", teriak
Adek yang malah marah ke Bapak.
Adam yang baru sibuk di mejanya bales nanya, "Pak, Pasar Minggu itu
bukanya hanya kalau Minggu aja ya?".
Iseng, pagi ini ibu bawa laptop naik ke atap, pengen ngecek, HSDPA
sampai ke atap nggak. Pamit ke Adek Dinda Ibu bilang, "Adek, kita bagi
tugas ya, adek di bawah, nunggu kalau ada tamu, Ibu mau naik ke atap
dulu".
dan di atap ternyata juga gak dapat sinyal HSDPA yang diharapkan Ibu.
Ibu turun dari atap, dan bilang ke Adek, "Dek, gak dapet Dek,...".
Adek dengan serius juga bilang ke Ibu, "Kalau gitu, kita sama-sama
nggak dapet dong,...".
Ibu malah bingung, trus nanya ke Adek, "Emang Adek nggak dapet apaan?".
masih dengan serius Adek njawab, "Di Bawah, Adek nggak dapat tamu Bu,...".
"Emangnya, yang asik apanya, mengapa kok asik Dek?", tanya ibu lagi.
Sambil liat ke Ibu, Adek DInda bilang, "Besok kalau sudah sekolah,
paling asik kalau libur Bu,...".
Adam nggak ngomong lagi, langsung ngelongok ke laptop bapak, dan trus
bilang, "Ohhh, di samping C".
Bapak baru sadar, ternyata Adam sedang cari tombol huruf V di kibornya.
"Lha kenapa harus liat di sini Dam, bukan di kibor Adam jg ada?",
tanya bapak sambil jalan ke Adam.
Dan ternyata, tombol V di kibor Adam memang gak kelihatan, dulu
di-tipEx-in sama Adam sendiri waktu masih kecil.
"Dipotong seberapa?", tanya Adam lagi.
"Separuh", jawab Ibu pendek.
Sambil tetap liat ke wortel, Adam nanya lagi, "Separuh? Separuh tuh seberapa?".
"Separuh itu setengah. Liat aja, panjang wortel itu sekarang seberapa.
Separuh itu panjang wortel yang ada sekarang, dibagi dua sama
panjang", jawab Ibu tanpa liat ke Adam.
Beberapa saat ibu nengok ke Adam yang ternyata udah bawa penggaris,
dan Adam pun teriak, "Ibu, wortel ini panjang nya 15cm, berarti
separuhnya adalah,...".
Akhirnya, hari ini worksheet PR Matematika tetap sampai di rumah.
Worksheet di-stappless oleh Bu Guru di buku penghubung.
Ternyata pukis udah matang dari tadi, tapi penjual pukis nggak lihat Adek yang dari tadi nungguin di depan gerobaknya, karena Adek nggak kelihatan ketutupan tingginya gerobak pukis.
"Aduh mas Adam, lelenya dibersihin di pasar aja ya,..?", bujuk Ibu karena gak pengen rumah jadi amis kaya dulu, waktu Adam mbetetin ikan sendiri.
"Hmmm,... satu aja boleh Bu?", kata Adam.
***
Sampai pasar adam nggak mau masuk, cuma nunggu di motor sendiri. "Adam nggak mau lewat yang jual ayam itu! Takut flu burung", kata Adam sambil nunjuk penjual ayam, yg ada di jalan masuk ke pasar.
Akhirnya hanya Ibu dan Adek yg masuk ke pasar, nyari lele dulu untuk mas Adam. Ibu beli satu lele yang masih hidup. Setelah lele dikasih ke mas Adam di parkiran motor, ibu dan adek melanjutkan lg belanja di pasar.
***
Selesai belanja, di parkir motor Ibu kaget. Kenapa motor jadi kotor begini? Mana mas Adamnya?
"Ibu, ini,...!", teriak Adam sambil ngacungin tas kresek berisi seekor lele. Baju dan Mas Adam udah kotor kena lumpur.
"Kenapa Mas?", tanya Ibu.
"Tadi lelenya loncat keluar Bu,... Trus Adam tangkap lagi,...", jelas Adam.
"Iya Bu, tadi adeknya ngejar lelenya di becekan itu Bu,...", Kata penjual perabot di depan pasar ikut nimbrung.
"Lho kok bisa Bu? Katanya dulu gak boleh Mas Adam pakai nama Alonso di bajunya?", tanya bapak.
"Mas Adam ngomong lg, dan akhirnya peraturan ttg nama harus sesuai dgn nama murid diubah, Mas Adam jadi boleh pakai kaos futsal bernomor 1, dgn nama ALONSO", jawab Ibu.
"Berarti gak ada hadiah uangnya dong!", teriak Adam lg.
"Lhaa,... Sekarang tahu kan? Cara cari uang itu tidak dengan nyari di dalam sabun!", teriak ibu lagi, nangkep maksud Adam yg berharap dapat hadiah uang dari Lifebuoy.
"Dam, nyari uang bukan dari dalam sabun kan?! Adam tahu nggak, harusnya cara cari uang itu gimana?!!", teriak Ibu lg ke Adam yang masih dikamar mandi.
"Kerja Bu,...", kata Adam sambil keluar dari kamar mandi.
"Ibu, Adek juga tahu caranya cari uang,...", kata Adek yg ternyata dari td merhatiin.
Ibu penasaran lgs tanya, "Emang kalau Adek gimana cara nyari uangnya?".
"Ambil di ATM. Ya kan Bu?", jawab Adek.
"Lho, bukannya Adam sendiri suka nempelin gambarnya ke dinding?", tanya
bapak ke ibu.
"iya, tp kalau Adam nempelinnya pakai lakban, kalau adek pakai lem", jelas
ibu.
Dan kata ibu, dulu Adam pernah sampai jengkel karena Adek nggak mau nurut,
dan bilang ke adek, "Kalau masih nempel-nempel gambar di dinding, sana
bikin rumah sendiri!".
Adam langsung sibuk di depan lemari bajunya.
"Bawa baju ini boleh?", tanya Adam ke Ibu.
"Terserah Adam", kata Ibu.
"Bawa buku ini boleh?", tanya Adam lagi.
"Terserah Adam", jawab ibu lg.
"Bawa laptop boleh Bu?", tanya Adam lagi.
"Nggak Boleh!", teriak Ibu.
Habis melayat, sampai rumah adek Dinda langsung nanya, "siapa sih yang meninggal Bu?".
Oooo,... itu suami guru di sekolah mas Adam. Jawab Ibu.
"meninggalnya di mana Bu?", tanya adek lagi.
Di kantor, sakit terus meninggal. Jawab ibu pendek.
"Di kantor Bapak Bu?", kejar adek.
Bukan di kantor Bapak, tapi di kantornya om yang meninggal itu. Di kantor pingsan, di tengah jalan meninggal, waktu dibawa ke rumah sakit. Jelas Ibu agak panjang.
"Ibu, om itu meninggalnya terlindas mobil?", tanya adek.
Kok terlindas sih Dek? tanya ibu bingung.
"Kata ibu, tadi si om-nya meninggal di tengah jalan? kan bisa terlindas kalo di tengah jalan?", jelas Adek.
Adek lgs jawab, "Nggak ya Bu ya,...".
"karena listriknya nggak cukup, yg pakai banyak", jawab Tante Dedek.
Kenapa sampai nggak cukup?.
desak Adam lagi.
Adam langsung jawab, "Mas Adam cita2 nya bukan itu!, mas Adam mau jadi pembalap F1"
Kalau adek: Itulah tandanya, kau murid Bu Dimas.
"Yuk mas Adam, mandi yuk,...", bujuk ibu lg.
Adamnya masih gak gerak.
"Mas Adam, Mandi!", kata Ibu agak keras.
Eh, Adamnya masih gak bangun.
"ADAAAM, MANDI!", teriak ibu lbh keras lg.
Adam bangun, trus ngliat ibu sambil bilang, "Kenapa sih ibu harus pake marah-marah nyuruhnya?".
******
Sorenya, dibahas sama ibu, ditanyain ke Adam.
"Kenapa sih, td mas Adam disuruh mandi nggak bangun2 ?".
mas Adam itu, waktu disuruh2 yg awal gak denger Bu.
Jawab Adam.
Ibu bener2 mati ide untuk menjawabnya, apalagi saat itu si mBak jg ada di situ.
"Ibu,... emangnya kenapa Bu,... kok mBak nggak ganti-ganti. Adam pengen ganti mBak bu,...", tanya Adam lg.
Ibu tambah gak bisa ngomong.
Bulat? kok bulat sih?
Tanya Adam.
"Iya, kalau gak pakai baju sama celana, itu namanya telanjang bulat. Kalau sudah pakai celana, gak pakai baju, itu namanya telanjang dada,...", Kata Ibu sambil make-in celana Adam.
Adam sambil ketawa2 ndengerin, terus nanya,...
Kalau cuma pakai baju, gak pakai celana, namanya telanjang apaan Bu?
Sambil mandang ke Ibu, Adam nanya, "Kenapa sih Bu, mas Adam harus naik kelas?".
Pertama dibuka surat Yangkung.
tertulis: Halo Mas Adam & Adek Dinda
dibaca Adam: Halo mas adam delapan adek dinda
dan lgs berhenti, kata adam, "Tulisan yangkung nempel2,..!".
Pas malam, surat dari tante dedek dibuka, lgs dilempar, sambil bilang, "Kok tulisannya kecil2 sih".
Baru, buka surat Yangti, surat dibaca habis.
Sampai pas mau bobok, Adam masih teriak-teriak, "Asyik, aku punya sepupu,...".
Akhirnya, ibu nanya ke mas Adam, "mas Adam, kok mas Adam seneng bgt punya sepupu sih?".
Ibu,...
Aku kan sekarang punya sepupu kan?
kan kaya Diego kan Bu? Diego kan sepupunya Dora?
dan sekarang mas Adam juga punya sepupu,...
"Lagu yangkung pak,... ?", pinta adek.
Lagu yangkung? yang mana itu dek? tanya bapak ke adek.
Kemudian adek mulai nyanyi:
"Yangkung, yangkung, yangkung yang dalam,... menanam jagung di kebun kita,.....".
Belajar tambah2 an. Susah banget. Jawab Adam pendek.
"Halaaah,... cuma tambah2 an. gampang itu,.... iya kan,... cuma tambah2 an,... kan,... gampang ituuu,...", goda Tante Ari.
Eh,... bener tante. Tambah2 an itu susah !. Jawab Adam kesal.
"Halaaaahhh,... harusnya tambah2 an itu gampang,...", lanjut Tante.
Susah ! tambah2 an itu susah. Kalau emang gampang, coba Adek Radi disuruh ngerjain tambah2 an. Gak bisa kan? balas Adam.
******
Sampai agak lama, Tante masih nglanjutin ngledek Adam.
"Besok, kalau Adek Radi udah TK, pasti lebih bisa ngerjain tambah2 an dari pada Mas Adam deh,...", kata Tante ke Adam lagi.
Tante,... ! Besok kalau Adek Radi TK, mas Adam juga udah tambah pinter. Jawab Adam nggak mau kalah.
Ibu,... pilihan hukumannya kok jorok bgt sih,...
protes mas Adam.
Dam, kalo cuma tokek, biasanya jg nanti datang sendiri.
Jawab Ibu.
"Tapi, kok di rumah kita gak ada tokek. Beli aja ya Bu,...", minta Adam lg.
Emang adek minta apa sih Bu? tanya bapak.
"Adek minta lubangnya teletubis,...".
Pak Dokternya kaget, adam lgs teriak, "Bawa suntik nggak !,...".
Nggak,... pak dokter gak bawa suntik kok,...
Jawab Pak Dokter setengah kaget.
"Coba lihat tangannya,...", kejar Adam lagi.
Ibu lgs nengok ke jam yg menunjukkan pukul 11.05 wib, dan tanya ke adek, "Emangnya adek tahu, letaknya angka 1?".
"Tahu. Deket jam 2", jawab adek.
"eee, emangnya jam 2 itu yang mana dek?", tanya ibu lg.
"Itu tuh, deket jam 1", jawab adek lg.
"Ibu, ini ditempel di kaca depan aja ya,..?", kata Adam ke Ibu.
Dam, ini kan biasanya di tempel di kaca belakang. Kata Ibu.
"Ibu, ini dipasang di depan, menunjukkan kita mau ke mana", Ibu diam saja, sambil pasang stiker di kaca depan.
Setelah nempel di kaca depan, Adam nanya lg, "Ibu, kalo kita belanja2 ke toko-toko, masih boleh pakai mobil ini nggak?", tanya Adam sambil nunjuk stiker.
Adam diem sebentar terus menjawab, "Apa sebaiknya kita nonton tv aja Bu?".
Adam dengar si Mbak mau ke puskesmas langsung bilang, "Mbak, jangan ke puskesmas situ, periksanya ke Jogja aja !".
Lah, kok jauh banget mesti ke Jogja segala sih? tanya si Mbak heran.
"Iya mbak, ke Jogja, ke tempat prakteknya tante dedek aja. Karena kata tante dedek, kalo di puskesmas gampang copot, nggak disinar, kalo di tempat praktek tante dedek pake disinar", jelas Adam ke Mbak.
Lha itu yang dipegang adek apa? Bukannya itu cd film om Ifa?
kata ibu, yg lihat adek udah pegang cd Harap Tenang Ada Ujian!-nya om Ifa.
"Bukan yang ini ibu,... Adek cari cd om Ifa yang baru,...!", jelas adek sekali lg.
"Adek, besok ulang tahun mau dibikinin apa dek?", tanya ibu.
Agar-agar,... !!!
jawab adek.
Ibu sebenarnya udah melarang mas Adam gundul lagi. Terakhir potong rambut, sewaktu Adam ke Jogja. Itupun minta yang pinggir2 nya aja, biar nggak bulet karena bekas gundul.
Kalo Adam sih, nggak tahu kenapa, pengennya gundul forever.
Potong rambut kali ini, Adam sejak awal pengennya gundul lg. Tapi ibu udah nggak mau lg. Adamnya nggak mau potong rambut, kalau tidak gundul.
Akhirnya, jumat sore kemaren, waktu ibu mandi, Adam potong sendiri rambutnya, hingga bocel di dekat unyeng2 nya. Bentuk nya persih kaya cukurnya anak borok-en.
Terpaksa Ibu nyerah, cukur rambut kali ini, yg ke-4 kalinya Adam gundul lagi.
Adam lds diem, nggak nerusin mau mukulnya. Adek msh ancang2 mau mukul. "Adek, kalo mukul berarti bukan temennya bapak", kata bapak ke adek.
eh, sama adek mlh diterusin mukulnya, "plok !". Kena kakinya Adam.
"Ok, yg mukul berarti bukan temen bapak,...", kata bapak.
Adek lgs lari ke bapak, trus meluk kaki bapak sambil bilang, "Adek temen bapak ya,... ?", kata adek.
Lha adek masih mau mukul atau tidak? tanya bapak.
"Mukul", jawab adek.
"Ini ada kiriman paket, sebentar lg diantar".
Ternyata ada kiriman paket dari yanti kotagede dan bude Anik.
****
Sewaktu paket datang, ibu lgs nerima paket itu.
"Tanda tangan disini Bu,...", kata petugasnya sambil nyodorin tanda terima.
Ibu lgs tandatangan. Petugasnya nanya lg, "Ibu istrinya Bapak Adamsyah?".
Dari dalam, adam teriak, "Ibu,... itu kiriman yang dari yangti buat Adam ya,... ?".
Puncaknya tadi siang, susah bgt dibujuk makan sama si mbak. Adek dipaksa2 makan sama si mbak, sampai mbak hampir habis sabarnya.
Dipaksa-paksa terus, akhirnya adek bilang ke mbak, "Mbak,... adek tuh gak bisa dibujuk-bujuk kaya' viko,...".
Tante Ari, yg memang gemar belanja, ternyata udah gak lama ke carefour. Kebetulan, kemaren ibu habis belanja di carefour, bawa pulang brosur belanjaannya. Tante Ari lgs baca2 brosur itu.
Adam, yg saat itu baru pulang sekolah, ngeliat tante Ari sdg pegang2 brosur belanja, lgs bilang ke tante Ari, "Tante,... itu nanti kalo udah selesai bacanya ditaroh lagi ya,... jangan dibawa pulang".
****
Tadi pagi, lg2 mlh jadi kasus dgn Tante Ari. Waktu itu, ibu dan adek lg makan kelengkeng, Tante Ari datang main ke rumah.
Adek lgs teriak, "Tanteee,...! Tante gak boleh minta kelengkeng,...".
Ibu dgn agak bingung, lgs bilang ke adek, "Adek, jangan ngomong gitu dong. Kita kan harus berbagi".
Adek langsung nyambar, "Ibu, tadi malam tante kan udah dikasih pisang !".
Di TV sempet terdengar, ttg jasa2 pak Harto, "..., jasa Pak Harto antara lain, meletakkan cetak biru pembangunan indonesia,...".
Adek yg memang seneng dgn warna biru lgs tertarik dan komentar, "haaaa,... cetak biluuu,... .
Tiba2 hujan, dan ibu sibuk nutupi mobil. Adek tiba2 teriak, "Tantee,... ! Hujan, cepat pulaaang!".
"Mas Adam,.... Mau makan pake tahu atau tempe ?", tanya ibu lagi.
Tiba2, malah adek yg nyahut, "Ayaaammm,... !!!".
Iya. Jawab Adam sambil masih main komputer.
Ketika, udah mau berangkat, tiba-tiba Adam teriak dari dalam rumah, "Ibu,... !!!".
"Salim dulu ibu", kata Adam trus kemudian salaman dgn ibu, bapak dan adek.
****
Sewaktu pulang dari jalan-jalan, di depan rumah adek sudah teriak, "Mas Adaaammm,... !".
Tetap sepi. Ibu kemudian masuk, ternyata pintu rumah terkunci dari dalam. Adam buka kuncinya dari dalam.
"Kok pintunya dikunci ?", tanya ibu ke mas Adam.
Biar kucing nggak masuk bu,...
Jawab Adam.
"Adek pake baju ini aja ya,...", kata ibu ke adek sambil nunjukin baju dgn tulisan 'dinda'.
Memang ada alasan khusus ibu makein adek kaus itu, karena kemaren terakhir di carrefour, adek hampir hilang kepisah sama ibu dan bapak. Adek ndorong kereta belanja sendiri, bapak ngira adek sama ibu, ibu ngiranya adek sama bapak.
Ini dek, mau yang hijau atau yang biru ? kata ibu nawarin washlap ke adek.
Adek ambil yg biru, dipegang2 terus bilang, "hmm,... lembuuuttt,...".
Akhirnya ibu teriak, "Udah bersiihhhh,......".
Adek yang dari tadi main di lantai langsung ngliat ibu sambil bilang, "Mandiin doong,....".
"Bapaaakkk,..... ?", rengek adek dinda.
Ibu lgs jawab. Bapak ada kok dek, kan bapak libur.
"Hah !! Ada ya,... ?", teriak adek lgs lompat dari tempat tidur.
dan jawaban adek pasti sama, "Gak boleh !".
Tapi utk 2 permintaan terakhir ini, bapak dapat jawaban beda. "Dek, boleh cubit pipi adek ya,...?".
"Boleh", jawab adek.
"Bu, ini sayur apa?", tanya Adam waktu itu.
Sayur asem. Jawab ibu.
"Ibuuuu,.... !!! aku gak mau makan pake sayur yg udah asem !!!", teriak Adam.
Sambil ngasih Hp2 an-nya adek, bapak bilang ke adek, "Dek, tp ini sekarang udah agak rusak".
Eh, adek langsung jawab, "Beli lg aja Pak,..".
Lah, kalo beli lagi beli lagi, uang adek lama2 habis dong,...
Jawab bapak.
Adek lgs cepet jawab, "Pake uang bapak aja,...".
Iya. Jawab adek sambil gelendotan ke ibu.
"Emangnya kalo adek kangen mas adam terus gimana?", tanya bapak lg.
Nonton teletubis. Jawab adek sambil serius ngliatin bapak.
Kenapa Dek ? Tanya ibu.
"Tuh,... rapi kan,... ?", kata adek sambil nunjukin kuku jempol dan telunjuk tangan kanannya sekali lg.
Eh, iya. Siapa yang motongin dek,.. ? Tanya ibu.
"Adek,...", jawab adek.
Pakai apa? tanya ibu lg.
"Gigi,...", jawab adek.
"Sebentar ya dek,... Ibu liat berita yg ini dulu ya,...", kata ibu.
Adek diem, tapi tiba-tiba teriak nangis, "mas Adam,.... !!!!".
Boleh, tapi separuh aja ya,...
Jawab Ibu.
Adam ngambil gula kacang satu trus mau dibelah. Sebelumnya nanya bapak, "Pak,... Separuh itu seberapa ?".
Ya itu,... lgs dibagi dua aja sama besar. Itu namanya separuh atau setengah. Jawab bapak.
Adam lalu membagi 2 ampyangnya. Tapi satunya kecil, cuma 1/3 lbh gede dikit.
Bapak lgs bilang, "ya udah Dam, segitu aja jg gpp,...".
Adam masih agak gak terima, karena jatahnya gak sampai separuh.
Akhirnya Adam nerima, tp sambil teriak, "Tapi potongan yang besar ini jangan ada yang makan ya,... besok ini buat Adam".
"Ibu,... gini aja jg bisa kok. Kan komputer itu pasti nurut sama kita", jawab Adam.
Ya coba aja, bisa muncul nggak tulisannya kalo nggak di-klik dulu,... kata Ibu.
Adam kemudian nge-print gambarnya, dan memang tulisan nggak muncul.
Terpaksa beli keyboard yg usb utk gantinya. Masalahnya, diawal komputer nyala, komputer tetep menganggap bahwa keyboard blm terpasang sehingga muncul warning utk itu.
Adam nanyain ke Bapak ttg masalah keybord ini. "Pak,... kok sekarang setiap ngidupin komputer ada bunyi kaya gini ?", tanya Adam.
Oh,... itu warning dari komputer, karena nganggap kita belum pasang keyboard. Padahal kita kan udah pasang keyboard usb, tp si komputer blm tahu kalo kita udah pasang. Komputer baru bisa detect dan tahu keyboard usb kalo udah masuk booting linuxnya,...
Jawab Bapak panjang bgt.
Tahu2 Adam ngangkat keyboard, trus disorong2 in ke monitor,... "Heh,... nih lihat, udah ada keyboard nih,... nih,...".
Ngapain Dam ? tanya bapak.
"Biar si komputer tahu kita udah punya keyboard dan gak bunyi2 lagi,...", jawab Adam.